Selamat datang di Blogger Sanak Lappung

10 Prediksi Storage 2011

Tuesday, January 18, 20110 comments

Data mencatat adanya pertumbuhan eksponensial seiring transformasi era digital di seluruh dunia. Storage akan menjadi aspek terpenting untuk menampung data-data tersebut, baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur.

Lantas, bagaimana tren teknologi storage pada 2011? Berikut 10 tren storage utama seputar transformasi data center yang diprediksi oleh Hu Yoshida, chief technology officer (CTO) Hitachi Data Systems. Lima prediksi teknologi storage sebelumnya dapat dibaca di sini:

6. Drive SFF (Small Form Factor) akan semakin banyak ditemui, terutama karena efisiensi daya dan pendinginan yang dimiliki SFF. Peranti SFF adalah drive 2,5 inci yang mengonsumsi daya sekitar 6-8 watt, dibandingkan drive Large Form Factor (LFF) 3,5 inci yang memakan 12-15 watt. Dengan demikian, SFF memangkas daya dan pendinginan secara dramatis, ditambah juga penghematan dari pemakaian ruangan.

7. Awan diterima sebagai salah satu model infrastruktur.
Komputasi Awan akan mulai diterima sebagai salah satu konsep yang teruji. Sejumlah landasan ke Awan akan mendorong adopsi dengan menyediakan sejumlah peranti manajeman dan lapisan orkestrasi yang menyediakan transparansi seluruh proses.

8. Konvergensi data center melonjak.
Konvergensi infrastruktur server, storage, dan jaringan akan menyederhanakan dan mempercepat penggelaran aplikasi. Penggunaan server, storage, dan virtualisasi jaringan memberikan jalan bagi platform terbuka yang efisien dan melindungi investasi pengguna.

9. Aplikasi semakin transparan dalam virtualisasi storage atau aplikasi akan membutuhkan infrastruktur Awan. Tanpa transparansi ini, para pengguna aplikasi tidak bisa mengetahui apakah target Service Level Agreement (SLA) sudah tercapai, bagaimana mengetahui mekanisme penagihannya, perencanaan utilisasi, dan tingkat kesehatan dari infrastrukturnya.

10. Layanan terkelola (managed services) jarak jauh mulai tersedia
Remote Managed Services ini akan mengurangi beban monitoring, pelaporan, peringatan, dan manajemen yang menghambat operasional TI beralih ke teknologi baru. Selama lebih dari 10 tahun, mandat yang diberikan kepada TI adalah mengerjakan lebih banyak hal dengan infrastruktur yang lebih sedikit.

Untuk melakukan transformasi data center, staf TI tidak perlu lagi mencari waktu guna pelatihan, perencanaan, dan eksekusi. Sekelompok ahli TI yang beroperasi di luar Service Operations Center menggunakan peranti manajemen jarak jauh. (art)

sumber: vivanews.com

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Blogger Sanak Lappung | Inet Solution - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger